Saturday, January 22, 2022

Nusantara dan Indonesiaku


Nusantara dan Indonesiaku

Bagaimana aku tidak marah? jika negeriku yang katanya kaya raya kelaparan merajalela,

bagaimana aku bisa tenang? jika negeriku terbayangi oleh kegelapan,engkau malah tertawa dinegeri yang katanya tanah surga, engkau malah tersenyum dinegeri yang katanya banyak hikayat para raja-raja, engkau malah bersulang anggur wahai para pembesar, ditengah-tengah sungai yang lagi sekarat

Nusantaraku ,kini menjadi indonesia,nusantaraku dari madura hingga kuala lumpur singapura –malaka sana,indonesiaku tinggal Aceh hingga irian jaya

Nusantaraku tertulis dalam hikayat kejayaan, indonesiaku tempat buang air kencing china dan orang-orang asing dari luar sana

Kembalikan Indonesiaku pada pangkuwan nusantara, Dimana negeri ini meluas menghiasi negeri-negeri lain dengan cahaya Kristal kejayaan

pada kejayaan raja Hayamwuruk,Gajah mada bersumpah dengan sumpah yang tak pernah terucap

Kini Diantara dua ratus juta nyawa hanya hitungan jari, manusia di negeri ini yang berani unjuk diri,

kini masa depan Indonesiaku dipenuhi oleh-para maling berseragam, duduk santai dikursi rakyat mengatasnamakan rakyat

Hari depan Indonesiaku adalah pulau Jawa sidoarjo, yang tenggelam dengan lumpur tanah kesengsaraan,Hari depan Indonesiaku adalah Aceh ujung barat indonesia yang porak poranda karena sebab air banjir nuh

kini kemiskinan menyerang negeriku,Lapar berteberan menusuk manusia-manusia pedalaman, perut kering kerontang menahan rasa lapar, haus dahaga bercampur menjadi satu,Mau kemana nenek tua renta itu mencari sesuap nasi?

Penjajah belanda sudah pergi, jepang tak mau kembali , portugis menghilang tak unjuk diri

Keistana negarakah? atau keistana kecil buatan para maling bersurban dan berdasi?

kembalilah Hai nenek tua,karena engkau disana tidak akan mendapatkan apa-apa,karena manusia –manusia seperti mereka sudah mati rasa

Oleh Anam Khan
Share:

Siapa yang Engkau lihat dinegeri ini wahai pemuda?



*Siapa yang Engkau lihat dinegeri ini wahai pemuda?

Burung-burung telah banyak berterbangan diatas daun-daun yang bergoyang dan mengepakkan sayapnya pada langit biru itu

Pepohonan kian banyak yang mengering dan tanah-tanah banyak yang tandus disebabkan kian hari. Semakin banyak para pemuda yang tidak mau menjadi tukang cangkul dan pembajak sawah

Siapa yang Engkau lihat dinegeri ini wahai pemuda?

Negeri ini akan hancur dengan banyaknya para pemuda menjadi penjahat dengan banyaknya para pemuda yang berlindung dibawah langit kebebasan Dan banyak para pemuda yang tidak mampu menghargai jasa-jasa para pahlawan nya

Siapa yang Engkau lihat dinegeri ini wahai pemuda?

Jika hatimu telah mati dan tak mampu menggelorakan semangat dan sumpah para pejuang di negeri ini

telah redup moralitas ahlak dinegeri ini disebabkan krisisnnya rasa kemanusiaan Dan Hilangnya rasa kepedulian terhadap sesama adalah bencana kemanusiaan yang lebih dahsat daripada tragedi sunami yang pernah menghantam Aceh

Siapa yang engkau lihat dinegeri ini wahai pemuda ?

Di hari-hari nanti dan di bulan-bulan yang akan datang dan ditahun-tahun yang akan datang akan terjadi krisis kemanusiaan jika para pemudanya sudah tidak lagi mengerti akan moral dan humanisme

Oleh Anam Khan
Share:

Wacana untuk kedepan

 


Wacana untuk kedepan

Pemilu semakin dekat maka persiapan  harus lebih dimatangkan 

Tidak cukup kita ini hanya bermodalkan Narasi literasi dan orasi saja karena tidak semua orang yang memilih dipemilu nanti adalah orang-orang yang cerdas 

berjuang itu butuh modal kawan, dibeberapa negara,partai politik itu banyak didanai oleh para bandar-bandar, Walaupun sebenarnya ada partai yang ingin mandiri tanpa memiliki keinginan untuk berhutang Budi terhadap siapapun

Tapi persoalannya adalah Kita ini adalah penggiring,dimana penggiring itu adalah orang-orang yang harus mengeluarkan banyak modal untuk memberikan maslahat-maslahat pada pencapaian-pencapaian 

Jangan sampai eksistensi yang didapatkan oleh orang-orang yang diatas itu didapatkan secara gratis dari kerja-kerja dan dari hasil keringat perjuangan para anggota yang dibawah

Saya berfatwa" Haram Hukumnya mendapatkan eksistensi dari hasil perjuangan yang dibawah tanpa ada balas Budi yang memadai dari yang diatas pada yang dibawah

Kita ini adalah manusia yang sama-sama berproses untuk sesuatu yang ingin kita capai ,jangan sampai hanya anggota-anggota yang dibawah saja yang berjuang mati-matian lalu beberapa orang Yang  diatas hanya sibuk bertanya tentang Administrasi pada yang dibawah

Dengan pertanyaan Administrasi sudah lengkap ? anggota sudah banyak dan tanpa mengirim bantuan amunisi yang sepantasnya dalam perjuangan ini pada yang dibawah ,kita bekerja dipartai politik ini bukan bekerja bakti sosial,yakni ikhlas dan beramal sholeh ,tapi yang kita kerjakan adalah pekerjaan-pekerjaan yang sekiranya sama-sama menghasilkan dan sama-sama mendapatkan untung

Mari kita berproses sama-sama tanpa sungkan untuk berpendapat ,tanpa takut untuk memberikan masukan-masukan dan tanpa khawatir dipecat karena melakukan kritikan-kritikan karena semuanya tergantung dari perjuangan kita dan yang diatas yakni Allah SWT

Wallahu a'lam

Oleh Anam Khan

Pengamat publik

Share:

*Raja matahari ☀️




*Raja matahari ☀️


Kedunguan yang ditampilkan oleh seorang Raja akan jauh lebih membekas dari pada kekonyolan-kekonyolan yang dipertontonkan oleh rakyat biasa

Raja adalah benteng terakhir dari banyak benteng, Sehingga kepekaan,kehati-hatian, kecerdasan adalah syarat wajib bagi seseorang untuk bisa ia menjadi raja

Seorang Raja tak pantas tampilkan hal yang remeh temeh pada publik karena jika hanya ingin menampilkan hal-hal yang remeh temeh tidak usah ia menjadi Raja cukup menjadi penjual gorengan saja

Anak -Anak kecil akan tertawa melihat rajanya bagi bagi sepeda dan penjual sayuran dipasar-pasar akan kaget melihat rajanya sibuk menghafal nama -nama ikan

Soeharto mampu menjadi pemimpin di negeri ini selama 32 tahun walaupun penuh dengan kontroversi karena yang dia tampilkan adalah sifat-sifat kebapaan terhadap publik walaupun dibelakang sana banyak orang-orang yang nyawanya dihilangkan

Stop sifat lebay dan cegah ucapan-ucapan bukan urusanku karena sang raja adalah putra matahari ☀️ yang memiliki tanggung jawab besar dinegeri yang dia pimpin



Wallahu a'lam

Oleh Anam Khan
Share:

Aku jadi miris dengan manusia-manusia yang mengaku beradab


Aku jadi miris dengan manusia-manusia yang mengaku beradab
Daun mengering karena tidak ada yang menyiram ,hati gersang karena sepi siraman hujan ,terhanyut dengan desiran angin dan cumbu rayu romantisme semu nyanyian burung ababil

Aduh,,,,, lelah Aku berfikir, karena fikiranku tidak menjadi kenyataan

Aduh,,,,,, lemas seluruh tubuhku, karena perjuanganku hampa tanpa makna,tapi aku tidak ingin menyerah karena alasan fikiran kosong,manusia primitive berfikir karena fikiran kosong,tapi aku tidak mau seperti manusia primitive,berfikir karena fikiran kosong

Aku mau berfikir seperti ibnu zina,berfikir dan berujar’’ berfikirlah karena akal yang aktivlah yang berpengaruh didunia ini

tapi aku heran dengan orang-orang dinegeri ini,hanya secuil saja yang mau berfikir,lalu bagaimana dengan perintah Tuhan dan titah Tuhan yang puluhan kali menyuruh berfikir?aku jadi iba dengan manusia-manusia bodoh diujung sana, berfikir hanya kala dibenturkan dengan masalah-masalah

Aku jadi miris dengan manusia-manusia yang mengaku beradab dinegeri ini, tapi tidak memakai baju peradaban,mana manusia-manusia dinegeri ini yang mengkaji kitab suci langit? mana para kaum intelek dinegeri ini, yang menelanjangi alam semesta dengan rasionya?

jika mereka-mereka punya gelar,lalu bagaimana dengan manusia-manusia yang tidak punya gelar?
jika mereka manusia- manusia berfikir, lalu bagaimana dengan manusia-manusia yang tidak berfikir?

Tugas-tugas mereka adalah menyemangati orang-orang yang tidak punya gelar,agar punya kehormatan,tugas-tugas mereka adalah menyemangati mereka-mereka yang tidak berfikir, agar berfikir
Toh puluhan kali kitab suci menyuruh manusia untuk berfikir,tapi tetap saja manusia-manusia naif dinegeri ini ,tidak mau berfikir


Wallahu a'lam

Oleh :Anam khan
Share:

BTemplates.com