Nusantara dan Indonesiaku
Bagaimana aku tidak marah? jika negeriku yang katanya kaya raya kelaparan merajalela,
bagaimana aku bisa tenang? jika negeriku terbayangi oleh kegelapan,engkau malah tertawa dinegeri yang katanya tanah surga, engkau malah tersenyum dinegeri yang katanya banyak hikayat para raja-raja, engkau malah bersulang anggur wahai para pembesar, ditengah-tengah sungai yang lagi sekarat
Nusantaraku ,kini menjadi indonesia,nusantaraku dari madura hingga kuala lumpur singapura –malaka sana,indonesiaku tinggal Aceh hingga irian jaya
Nusantaraku tertulis dalam hikayat kejayaan, indonesiaku tempat buang air kencing china dan orang-orang asing dari luar sana
Kembalikan Indonesiaku pada pangkuwan nusantara, Dimana negeri ini meluas menghiasi negeri-negeri lain dengan cahaya Kristal kejayaan
pada kejayaan raja Hayamwuruk,Gajah mada bersumpah dengan sumpah yang tak pernah terucap
Kini Diantara dua ratus juta nyawa hanya hitungan jari, manusia di negeri ini yang berani unjuk diri,
kini masa depan Indonesiaku dipenuhi oleh-para maling berseragam, duduk santai dikursi rakyat mengatasnamakan rakyat
Hari depan Indonesiaku adalah pulau Jawa sidoarjo, yang tenggelam dengan lumpur tanah kesengsaraan,Hari depan Indonesiaku adalah Aceh ujung barat indonesia yang porak poranda karena sebab air banjir nuh
kini kemiskinan menyerang negeriku,Lapar berteberan menusuk manusia-manusia pedalaman, perut kering kerontang menahan rasa lapar, haus dahaga bercampur menjadi satu,Mau kemana nenek tua renta itu mencari sesuap nasi?
Penjajah belanda sudah pergi, jepang tak mau kembali , portugis menghilang tak unjuk diri
Keistana negarakah? atau keistana kecil buatan para maling bersurban dan berdasi?
kembalilah Hai nenek tua,karena engkau disana tidak akan mendapatkan apa-apa,karena manusia –manusia seperti mereka sudah mati rasa
Oleh Anam Khan






0 comments:
Post a Comment